Selasa, 25 Oktober 2022

Hubungan Simulasi dan Permodelan Dalam Sebuah Sistem oleh Muhamad Firman Mawahda

 Hubungan Simulasi dan Permodelan
Pada Sistem

    Simulasi adalah cara mempelajari sistem dengan menggunakan pemodelan. Mempelajari sistem dengan simulasi, secara numerik dapat menjalankan model dengan memberi input dan melihat pengaruhnya terhadap output.


Definisi Sistem

    Menurut Schmidt dan Taylor (1970), sistem didefinisikan sebagai suatu kumpulan, satu kesatuan, seperti manusia dan mesin yang aktif dan berinteraksi bersama-sama untuk mendapatkan penyelesaian akhir dari pokok pikiran. Secara sederhana, sistem dapat diartikan sebagai sekumpulan obyek yang dihubungkan satu sama lain melalui beberapa interaksi reguler atau secara bebas untuk mencapai suatu tujuan.

Lingkungan Sistem

    Sistem biasanya dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di luar sistem. Perubahan ini terjadi di lingkungan sistem. Dalam pemodelan, sistem perlu ditetapkan batas (boundary) antara sistem dan lingkungannya.

Komponen Sistem

Berikut adalah beberapa komponen yang terdapat dalam sistem :

  • Entitas merupakan obyek dalam sistem.
  • Atribut merupakan suatu sifat dari suatu entitas.
  • Aktivitas merepresentasikan suatu periode waktu dengan lama tertentu (specified length).
  • Keadaan sistem didefinisikan sebagai kumpulan variabel untuk menggambarkan sistem.
  • Perisitiwa didefinisikan sebagai kejadian sesaat yang dapat mengubah keadaan sistem.

Kategori Sistem

Berikut adalah beberapa kategori yang terdapat dalam sistem

  • Sistem Diskrit        : Variabel keadaan hanya berubah pada set titik waktu yang diskrit.
  • Sistem Kontinyu    : Variabel berubah secara kontinyu menurut waktu.

Klasifikasi Model dalam Simulasi

Berikut adalah beberapa Klasifikasi model yang terdapat dalam simulasi :

  • Model Simulasi Statik vs. Dinamik
    • Model Statik : Merepresentasikan sistem pada waktu tertentu. Di model ini, waktu tidak berpengaruh.
    • Model Dinamik : Merepresentasikan sistem dalam perubahannya terhadap waktu.
  • Model Simulasi Deterministik vs. Stokastik
    • Model Deterministik : Tidak memiliki komponen probablistik (random).
    • Model Stokastik : Memiliki komponen input random, dan menghasilkan output yang random pula.
  • Model Simulasi Kontinyu vs. Diskrit
    • Model Kontinyu : Status berubah secara kontinyu terhadap waktu.
    • Model Diskrit : Status berubah secara instan pada titik waktu yang terpisah.

Berikut adalah beberapa simulasi sistem peristiwa diskrit :

  • Pemodelan sistem, dimana variable mengalami perubahan pada set waktu yang diskrit.

  • Metode : Numerik (bukan analitik)

    • Analitik : Alasan deduktif secara matematis; akurat
    • Numerik : Prosedur komputasional; aproksimasi
  • Model simulasi di-run (bukan diselesaikan (solved)).
    • Observasi sistem riil, entitas, interaksi
    • Asumsi model
    • Pengumpulan data
    • Analisis dan estimasi kinerja sistem 

Verifikasi dan Validasi Model dalam Simulasi

  • Langkah terpenting dalam studi simulasi ialah validasi.
  • Validasi bukan merupakan tugas tersendiri yang mengikuti pengembangan model, namun merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam pengembangan model.
  • Verifikasi :
    • Apakah kita membangun model yang benar?
    • Apakah model diprogram secara benar (input parameters dan logical structure).
  • Model simulasi di-run (bukan diselesaikan (solved)).
    • Apakah model merupakan representasi akurat dari sistem riil?
    • Proses interaktif dari pembandingan model terhadap sifat sistem aktual dan memperbaiki model.

Power Point



Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam

https://onlinelearning.uhamka.ac.id/


Selasa, 18 Oktober 2022

Simulasi dan Permodelan oleh Muhamad Firman Mawahda

 Simulasi dan Permodelan

Definisi Simulasi

    Simulasi adalah peniruan operasi, menurut waktu sebuah proses atau pun dunia nyata. Proses tersebut dapat dibantu menggunakan sistem komputer ataupun dilakukan secara manual. Melakukan proses dalam peniruan operasi dapat dilakukan secara bebas atau tanpa pembuktian yang benar, Melakukan proses peniruan harus dengan menyertakan pembentukan data dan sejarah buatan(artifical history) dari sebuah sistem, pengamatan data, serta kesimpimpulan yang terkait dengan karakteristik sistem-sistem.

Langkah riel dalam Simulasi

    Dalam mengembangkan sebuah model simulasi dan mengevalusi model, biasanya dengan menggunakan komputer untuk mengestimasi karakteristik yang diharpan dari model-model tersebut. Kondisi-kondisi dimana simulasi dibutuhkan seperti :

  • Memprlajari interaksi internal (sub)-sistem yang kompleks.
  • Visualisasi oprasional melalui animasi.
  • Eksperimen desain atau aturan baru sebelum diimplementasi.
  • Meningkatkan kinerja sistem melalui pembangunan model.
Adapula kondisi-kondisi dimana simulasi tidak dibutuhkan :
  • Masalah yang dapat selesai dengan metode sederahana.
  • Masalah dapat selesai secara analitik.
  • Tidak ada data yang tersedia.
  • Verifikasi dan validasi tidak dapat dilakukan.

Definisi Model

    Model adalah suatu representasi dari sebuah sistem (proses atau teori) dan bukan sistem sendiri. Model memiliki kondisi yaitu model-model tidak harus memiliki keseluruhan atribut, maka dari itu model model akan disederhanakan, dikontrol, digeneralisasi dan diidealkan. Untuk sebuahn model yang akan digunakan seluruh sifat-sifat relevant harus ditetapkan dalam suatu cara yang praktis dan dinyatakan dalam suatu set dekripsi terbatas yang masuk akal(reasonably).

Validasi Model

    Sebelum menjadi model digunakan dalam suatu proses, maka model tersebut harus melawati validasi terlebih dahulu. Setelah dilakukannya validasi, sebuah model dbaru dapat digunakan untuk menyelidiki dan memprediksi prilaku-prilaku atau sifat dari sistem, atau menjawab "what if question" untuk mempertajam, pelatihan, prediksi dan evaluasi alternatif.

Pembangunan Model

    Pembangunan model memiliki proses interaktif yang mengandung tiga langkah utama yaitu:

  1. Observasi sistem real dan interaksi komponen serta pengumpulan data
    • Domain pengetahuan tertentu 
    • Stakeholder : Operator, teknisi, engginer.
  2. Konstruksi model konseptual
    • Asumsi dan hipotesa komponen serta nilai parameter
    • Struktur sistem
  3. Penerjemahan model oprasional ke bentuk yang dikenal oleh komputer   
Model yang akan dipelajari selanjutnya ialah diskrit, dinamika, stokastik, dan disebut model simulasi (sistem) peristiwa diskrit (discreteevent).   

Power Point


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam

Selasa, 11 Oktober 2022

Ruang Lingkup Simulasi dan Permodelan Oleh Muhamad Firman Mawahda

Ruang Lingkup Simulasi dan Permodelan

    Ruang lingkup Simulasi dan Permodelan merupakan apa saja hal yang terdapat pada simulasi dan permodelan. Simulasi dan Permodelan sendiri terdapat 2 kata yang menggambarkan dari apa itu simulasi dan permodelan yaitu Simulasi dan Pemodelan. Kata-kata tesebut memiliki 2 perbedaan namun saling memiliki kesinambungan untuk mengerjakan sesuatu di dunia nyata. Berikut merupakan penjelasan dari kedua kata diatas :

  • Simulasi

    Simulasi dapat diartikan sebagai teknik menirukan atau memperagakan kegiatan berbagai macam proses yang terdapat pada dunia nyata. Proses tersebut disebut juga dengan sistem yang didalamnya  terdapat keilmuan yang digunakan untuk membuat asumsi bagaimana sebuah sistem bekerja.

  • Permodelan

   Permodelan bersalan dari kata model yaitu sebuah sistem nyata(realitas), permodelan sendiri dapat diartikan dengan suatu tahapan atau langkah dalam menentukan suatu bentuk atau bagaimana suatu sistem itu terlihat.

    Pada simulasi akan terbentuk proses asumsi bagaimana sistem akan berkerja, dimana asumsi asumsi tersebut biasanya berbentuk dari hubungan matematik dan logika yang akan membentuk model yang digunakan untuk mendapat pemahaman bagaimana perilaku hubungan dari sistem. Jika hubungan membentuk model relatif mudah atau simple maka dapat hanya menggunakan metode matematik(seperti aljabar, kalkulus, atau teori probabilitas) untuk mendapat informasi yang jelas pada setiap permasalahan yang terjadi(solusi analitik). 

    Dalam memperkenalkan model realistik yang dimana terlalu kompleksnya sistem di dunia nyata untuk dievaluasi secara analitik maka model harus dipelajari secara simulasi. Pada simulasi menggunakan komputer untuk melakukan evaluasi model numerikal dan data yang digunakan untuk mengestimasi karakteristik yang benar sesuai dengan yang diharapkan pada model. 

Berikut merupakan permasalahan utama dimana lingkup aplikasi simulasi dan permodelan dibangun menjadi manfaat :

  • Perancangan dan analisis sistem manufaktur
  • Perancangan dan opraasional sistem tranportasi jalan tol dan jalan bawah tanah
  • Penentuan persyaratan hardware dan software untuk sistem informasi
Alur simulasi dan permodelan dengan dunia nyata :
 


Power Point 



Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang didalam :



Selasa, 04 Oktober 2022

Tugas 1 [Firman] : PDS 7E

 Kontrak Belajar PDS 7E

  1. Perkuliahan ini dengan Bobot 3 SKS, diselenggarakan tiap Hari Selasa, Jam 15.30 - 18.00.
  2. Mohon untuk selalu membaca doa sebelum dan setelah belajar. 
  3. Mohon mengisi daftar kehadiran  paling lambat 30 menit setelah jadwal dimulai, pada hari dan tanggal perkuliahan dijadwalkan. 
  4. Setiap mahasiswa diwajibkan memiliki BLOG PRIBADI untuk mengerjakan tugas kuliah.
  5. Bagi yang sebelumnya sudah punya BLOG PRIBADI dianjurkan untuk menggunakan BLOG PRIBADI yang sudah lama tersebut.
  6. Bagi yang belum punya BLOG silahkan membuat BLOG SPOT dengan berbasis gmail. 
  7. Perkuliahan ini dirancang untuk dilaksanakan dalam 16 pertemuan termasuk UTS dan UAS
  8. Mahasiswa diwajibkan mengikuti UTS dan UAS untuk bisa memperoleh nilai Akhir.
  9. Bila pada saat UTS dan atau UAS mahasiswa berhalangan diwajibkan untuk menghubungi kesekretariatan untuk meminta ujian susulan.
  10. Selamat mengikuti perkuliahan, Semoga dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
  11. Semoga mendapat ilmu yang berkah dan bermanfaat untuk bekal dunia serta akherat. Amin.
Tujuan saya dalam mengikuti mata kuliah ini adalah untuk mendapatkan ilmu baru untuk diri sendiri dan dapat membantu saya dalam mengembangkan diri sendiri  dikemudian harinya. Selain itu tujuan saya ialah untuk memenuhi syarat kelulusan yakni telah lulus dalam semua mata kuliah.

Target nilai di mata kuliah ini adalah mendapat nilai A(80+), karena sebagai syarat lulus dalam mata kuliah dan dapat membantu menaikan IPK.