Selasa, 27 Desember 2022

Contoh Penerapan Diagram Simpal Kausal Oleh Firman

Pendahuluan

    Berdasarkan jurnal (Kholil M., 2007) dapat dipelajari penggunaan diagram Simpal Kausal untuk menghubungkan antara variabelvariabel yang membentuk model dalam sistem perikanan. Dasar pembuatan model mental yang direpresentasikan dalam bentuk diagram simpal kausal ini adalah kondisi nyata keadaan perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan.


Subsistem Diagram Simpal Kausal

    Dari diagram simpal kausal (CLD) kondisi perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan yang telah dibuat, maka model sistem perikanan Kabupaten Konawea Selatan dibagi menjadi 4 Sub Sistem, Yaitu :

  1. Sub Sistem Pasar
  2. Sub Sistem Konsumsi
  3. Sub Sistem Jumlah Tangkapan 
  4. Sub Sistem SDM


1. Sub Model Pasar/Penjualan

    Sub model pasar yang terdiri dari Stock (Level) dan Flow (Aliran) atau sebelumnya disebut Rate konsumen rumah tangga yang dipengaruhi oleh jumlah konsumen rumah tangga, dan jumlah tangkapan, industri pengolahan dan regulasi dari Pemda Kabupaten Konawea. Pada sub model Pasar ini penulis membatasi hanya pada hasil perikanan yang berupa hasil tangkapan dilaut, tidak termasuk budidaya perikanan yang lain.
    Pasar akan meningkat dipengaruhi oleh laju konsumsi. Besarnya laju konsumsi dipengaruhi oleh besarnya konsumen rumah tangga dan besarnya permintaan industri pengolahan ikan. Besar pasar sektor Perikanan ini akan menjadikan pendapatan asli (PAD)daerah meningkat lewat restribusi/pajak yang dibebankan pada hasil penjualan. Sejalan dengan hal tersebut diatas akan meningkat pula Produk Domestik Bruto daerah tersebut (PDRB). Lihat gambar 2.3 Model Sub Sistem Pasar dibawah ini.


2. Sub Model Konsumen Rumah Tangga

    Sub Model Konsumen Rumah Tangga (ikan) dibangun dari Stock Konsumen Rumah Tangga yang jumlahnya dipengaruhi oleh aliran atau Flow laju konsumen RT yang besarnya tergantung dari jumlah Rumah Tangga, dan harga ikan.

3. Sub Model Jumlah Tangkapan

    Sub Sistem Jumlah tangkapan menggambarkan bahwa jumlah tangkapan sebagai Stock (Level) dipengaruhi oleh laju penangkapan ikan yang merupakan Flow (Aliran) Laju penangkapan ikan dipengaruhi oleh potensi kelautan, alat tangkap, sumber daya manusia yang kompeten. Sementara jumlah tangkapan akan mempengaruhi industri pengolahan ikan.

4. Sub Model SDM

    Sub sistem populasi penduduk menggambarkan jumlah penduduk di Kabupaten Konawea Selatan yang lahir dan meninggal . Untuk memudahkan perhitungan sub model ini menggunakan data langsung yang terdiri dari rata-rata bertambahnya kelahiran dan kematian per tahun atau disebut sebagai fraksi kelahiran dan kematian.
    Jumlah penduduk dipengaruhi pula oleh imigrasi dan emigrasi. Emigrasi penduduk terjadi karena kesulitan mendapatkan penghasilan yang layak. Selain Emigrasi adapula penduduk yang datang dan menetap Kabupaten Konawea Selatan. Karena merupakan Kota Kabupaten baru banyak pekerja pendatang yang menetap dan menjadi penduduk permanen di wilayah ini.


Power Point


Artikel ini dibuat berdasarkan apa yang tertuang dalam 

https://onlinelearning.uhamka.ac.id/

Senin, 19 Desember 2022

Contoh Perangkat Lunak Dalam Simulasi Berbasis Powersim Oleh Firman

 Contoh Perangkat Lunak Dalam Simulasi Berbasis Powersim

    Secara umum Perangkat Lunak dalam Simulasi berbasis Powersim memiliki perinsip yang sama seperti perangakat simulasi-simulasi lainnya yang telah dilakukan penelitian sebelumnya. Hanya saja Simulasi kali ini menggunakan Powersim yang dimana kegunaan dari Powersim itu sendiri memiliki kegunaan untuk melakukan dan membangun suatu simulasi dengan model dinamik.

Perangkat Lunak Simulasi

    Untuk melakukan simulasi dari sebuah model, diperlukan perangkat lunak (software) yang secara cepat dapat melihat perilaku dari model yang telah dibuat. Ada berbagai macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk keperluan ini, seperti Vensim, Dynamo, Ithink, Stella dan Power Simulation.


Power Simulation

    Kegunaan dari Powersim itu sendiri ialah digunakan untuk membangun dan melakukan simulasi suatu model dinamik. Suatu model dinamik adalah kumpulan dari variabel-variabel yang saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya dalam suatu kurun waktu.


Korespondensi Antar Variabel

    Setiap variabel berkorespondensi dengan suatu besaran yang nyata atau besaran yang dibuat sendiri. Semua variabel tersebut memiliki nilai numerik dan sudah merupakan bagian dari dirinya.

Pada waktu mensimulasikan model, variabel-variabel akan saling dihubungkan membentuk suatu sistem yang dapat menirukan kondisi sebenarnya.


Stock Flow Diagram Pada Powersim

    Pada perangkat lunak Powersim, suatu sistem yang menggambarkan hubungan antara variabel - variabel itu dinamakan stock flow diagram. Stock adalah akumulasi atas pengumpulan dan karakteristik keadaan sistem dan pembangkit informasi di mana aksi keputusan didasarkan padanya. Stock digabungkan dengan rate atau flow sebagai aliran informasi, sehingga stock menjadi sumber ketidakseimbangan dinamis dalam sistem.


Perkembangan Pemanfaatan Powersim

    Model yang dibangun dengan menggunakan perangkat lunak Powersim berbentuk simbol-simbol dan perkembangan selanjutnya, simulasi dengan menggunakan perangkat lunak ini banyak dipakai dalam bidang-bidang komersial, industri, manajemen dan riset.



Simbol yang Digunakan



Power Point




Artikel ini dibuat sebagaimana yang tertuang didalam 

https://onlinelearning.uhamka.ac.id/


Senin, 12 Desember 2022

Contoh Penerapan Diagram Simpal Kausal (CLD) Oleh Firman

Contoh Penerapan Diagram Simpal Kausal

    Menurut (Kholil M.,  2007) penggunaan diagram Simpal Kausal untuk menghubungkan antara variabelvariabel yang membentuk model dalam sistem perikanan. Dasar pembuatan model mental yang direpresentasikan dalam bentuk diagram simpal kausal ini adalah kondisi nyata keadaan perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan.


Subsistem Diagram Simpal Kausal

Dari diagram simpal kausal (CLD) kondisi perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan yang telah dibuat, maka model sistem perikanan Kabupaten Konawea Selatan dibagi menjadi 4 Sub Sistem, Yaitu :

  1. Sub Sistem Pasar
  2. Sub Sistem Konsumsi
  3. Sub Sistem Jumlah Tangkapan
  4. Sub Sistem SDM


1.    Sub Sistem Pasar

    Sub model pasar yang terdiri dari Stock (Level) dan Flow (Aliran) atau sebelumnya disebut Rate konsumen rumah tangga yang dipengaruhi oleh jumlah konsumen rumah tangga, dan jumlah tangkapan, industri pengolahan dan regulasi dari Pemda Kabupaten Konawea. Pada sub model Pasar ini penulis membatasi hanya pada hasil perikanan yang berupa hasil tangkapan dilaut, tidak termasuk budidaya perikanan yang lain.

    Pasar akan meningkat dipengaruhi oleh laju konsumsi. Besarnya laju konsumsi dipengaruhi oleh besarnya konsumen rumah tangga dan besarnya permintaan industri pengolahan ikan. Besar pasar sektor Perikanan ini akan menjadikan pendapatan asli (PAD)daerah meningkat lewat restribusi/pajak yang dibebankan pada hasil penjualan. Sejalan dengan hal tersebut diatas akan meningkat pula Produk Domestik Bruto daerah tersebut (PDRB).


2.    Sub Sistem Konsumen Rumah Tangga

    Sub Model Konsumen Rumah Tangga (ikan) dibangun dari Stock Konsumen Rumah Tangga yang jumlahnya dipengaruhi oleh aliran atau Flow laju konsumen RT yang besarnya tergantung dari jumlah Rumah Tangga, dan harga ikan.


3.    Sub Sistem Jumlah Tangkapan

Sub Sistem Jumlah tangkapan menggambarkan bahwa jumlah tangkapan sebagai Stock (Level) dipengaruhi oleh laju penangkapan ikan yang merupakan Flow (Aliran) Laju penangkapan ikan dipengaruhi oleh potensi kelautan, alat tangkap, sumber daya manusia yang kompeten. Sementara jumlah tangkapan akan mempengaruhi industri pengolahan ikan.

4.    Sub Sistem SDM

    Sub sistem populasi penduduk menggambarkan jumlah penduduk di Kabupaten Konawea Selatan yang lahir dan meninggal . Untuk memudahkan perhitungan sub model ini menggunakan data langsung yang terdiri dari rata-rata bertambahnya kelahiran dan kematian per tahun atau disebut sebagai fraksi kelahiran dan kematian.

    Jumlah penduduk dipengaruhi pula oleh imigrasi dan emigrasi. Emigrasi penduduk terjadi karena kesulitan mendapatkan penghasilan yang layak .Selain Emigrasi adapula penduduk yang datang dan menetap Kabupaten Konawea Selatan. Karena merupakan Kota Kabupaten baru banyak pekerja pendatang yang menetap dan menjadi penduduk permanen di wilayah ini. 


Diagram Simpal Secara Keseluruhan





Pertanyaan

  1. Sebutkan siapa dan tahun berapa kah pembuat artkel diagram simpal kausal ?
  2. Jelaskan isi makna dari artikel diagram simpal kausal?
  3. Di daerah mana kondisi model sistem diagram dibuat?
  4. Sebutkan Subsistem yang dibuat didaerah tersebut?
  5. Jelaskan masing-masing subsistem tersebut?
  6. "Sejalan dengan hal tersebut diatas akan meningkat pula PDRB", apa yang dimaksud dari PDRB pada penggalan kutipan diatas?
  7. Apa objek yang dijadikan alat/perhitungan konsumen rumah tangga?
  8. Hal apa yang mempengaruhi laju penangkapan ikan stock(level)?
  9. Apa hal yang memudahkan penghitungan sub model ini?
  10. Buat lah gambar Sub Model SDM?


Jawaban

  1. Kholil (2007)
  2. Penggunaan diagram Simpal Kausal untuk menghubungkan antara variabelvariabel yang membentuk model dalam sistem perikanan. Dasar pembuatan model mental yang direpresentasikan dalam bentuk diagram simpal kausal.
  3. Kabupaten Konawe Selatan
  4. Subsistem :
    1. Sub Sistem Pasar
    2. Sub Sistem Konsumsi
    3. Sub Sistem Jumlah Tangkapan
    4. Sub Sistem SDM
  5. Penjelasan Subsistem:
    1. Subsistem Pasar = Sub model pasar yang terdiri dari Stock (Level) dan Flow (Aliran) atau sebelumnya disebut Rate konsumen rumah tangga yang dipengaruhi oleh jumlah konsumen rumah tangga, dan jumlah tangkapan, industri pengolahan dan regulasi dari Pemda Kabupaten Konawea. Pada sub model Pasar ini penulis membatasi hanya pada hasil perikanan yang berupa hasil tangkapan dilaut, tidak termasuk budidaya perikanan yang lain.
    2. Subsistem Konsumen = Sub Model Konsumen Rumah Tangga (ikan) dibangun dari Stock Konsumen Rumah Tangga yang jumlahnya dipengaruhi oleh aliran atau Flow laju konsumen RT yang besarnya tergantung dari jumlah Rumah Tangga, dan harga ikan.
    3. Subsistem Jumlah Tangkapan = Sub Sistem Jumlah tangkapan menggambarkan bahwa jumlah tangkapan sebagai Stock (Level) dipengaruhi oleh laju penangkapan ikan yang merupakan Flow (Aliran) Laju penangkapan ikan dipengaruhi oleh potensi kelautan, alat tangkap, sumber daya manusia yang kompeten. Sementara jumlah tangkapan akan mempengaruhi industri pengolahan ikan.
    4. Subsistem SDM = Sub sistem populasi penduduk menggambarkan jumlah penduduk di Kabupaten Konawea Selatan yang lahir dan meninggal . Untuk memudahkan perhitungan sub model ini menggunakan data langsung yang terdiri dari rata-rata bertambahnya kelahiran dan kematian per tahun atau disebut sebagai fraksi kelahiran dan kematian.
  6. Produk Domestik Bruto
  7. Ikan
  8. Potensi kelautan, alat tangkap, sumber daya manusia yang kompeten.
  9. Menggunakan data langsung yang terdiri dari rata-rata bertambahnya kelahiran dan kematian per tahun atau disebut sebagai fraksi kelahiran dan kematian.




 

POWER POINT


 Artikel ini dibuat sebagai tugas sebagaimana yang tertuang dalam

https://onlinelearning.uhamka.ac.id/

Selasa, 06 Desember 2022

Pendekatan dalam Sistem Dinamik Oleh Firman

 Pendekatan Dalam Sistem Dinamik


Definisi Dinamis 

Menurut beberapa ahli definisi dari sistem dinamis :
  • Menurut Richardson dan Pubg 1986
    Sistem dinamik adalah metodologi untuk memahami suatu masalah yang kompleks. Metodologi ini dititikberatkan pada pengambilan kebijakan dan bagaimana kebijakan tersebut menentukan tingkah laku masalah-masalah yang dapat dimodelkan oleh sistem secara dinamik.

  • Menurut Asyiawati 2002, Muhammad eta 2001

    Permasalahan dalam sistem dinamik dilihat tidak disebabkan oleh pengaruh dari luar namun dianggap disebabkan oleh struktur internal sistem. Tujuan metodologi sistem dinamik berdasarkan filosofi kausal (sebab akibat) adalah mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang tata cara kerja suatu sistem.

 

 Tahapan Pendekatan dalam Sistem Dinamik :

  1. ldentifikasi dan definisi masalah
  2. Konseptualisasi sistem
  3. Formulasi model
  4. Sirnulasi model
  5. Verifikasi dan validasi model
  6. Analisis kebijakan
  7. Implementasi kebijakan

Menurut Sterman(2000) Proses permodelan Terdiri dari beberapa langkah :

  1. Perumusan masalah dan pemilihan batasan dunia nyata. Tahap ini meliputi kegiatan pemilihan tema yang akan dikaji, penentuan variabel kunci, rencana waktu untuk mempertimbangkan masa depan yang jadi pertimbangan serta seberapa jauh kejadian masa lalu dari akar masalah tersebut dan selanjutnya mendefinisikan masalah dinamisnya.
  2. Formulasi hipotesis dinamis dengan menetapkan hipotesis berdasarkan pada teori perilaku tergadap masalahnya dan membangun peta struktur kausal melalui gambaran model mental pemodel dengan bantuan alat-alat seperti causal loop diagram. Stock flow diagram, dan alat bantu lainnya. Model mental adalah asumsi yang sangat dalam melekat, umum atau bahkan suatu gambaran dari bayangan atau citra yang berpengaruh pada bagaimana kita memahami dunia dan bagaimana kita mengambil tindakan (Senge 1995).
  3. Tahap formulasi model simulasi dengan membuat spesifikasi struktur, aturan keputusan, estimasi parameter 39 dan uji konsistensi dengan tujuan dan batasan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  4. Pengujian meliputi pengujian melalui pembandingan dari model yang dijadikan referensi, pengujian kehandalan (robustness) dan uji sensistivitas.
  5. Evaluasi dan perancangan kebijakan berdasarkan skenario yang telah diujicobakan dari hasil simulasi. Perancangan kebijakan mempertimbangkan analisis dampak yang ditimbulkan, kehandalan model pada skenario yang berbeda dengan tingkat ketidakpastian yang berbeda pula serta keterkaitan antar kebijakan agar dapat bersinergi.

Tahapan-tahapan Permodelan :

  1. Mendefinisikan masalah dan tujuan model
  2. Menentukan variabel tujuan
  3. Memilih variabel control
  4. Memilih parameter variabel kontrol
  5. Menguji model yang dihasilkan
  6. Melihat bagaimana model akan bekerja, memilih horizon waktu atau perilaku dinamis dalam waktu
  7. Jalankan model
  8. Mengganti parameter dengan alasan ekstrim
  9. Membandingkan hasil dengan data eksperimen
  10. Perbaiki model berdasarkan parameter yang ada

Pertanyaan 

  1. Jelaskan definisi sistem dinamik menurut Richardson dan Pubg ?
  2. Apa tujuan metodologi sistem dinamik dari Asyawati ?
  3. Pada tahun berapa Richardson dan Pudg mengemukakan definisi sistem dinamik ?
  4. Apa arti dari "Filosofi Kausal" pada pengemukaan Asyawati ?
  5. Sebutkan tahapan pendekatan sistem dinamik ?
  6. Apa saja tahap-tahap yang terjadi pada perumusan masalah menurut Sterman ?
  7. Jelaskan arti "Mode Mental" yang di kemukakan oleh Senge ?
  8. Apa saja yang dibuat pada tahap formulasi model simulasi ?
  9. Apa hal yang harus dilalui pada tahap pengujian menurut Sterman?
  10. Sebutkan tahap-tahap permodelan ?

Jawaban

  1. Sistem dinamik adalah metodologi untuk memahami suatu masalah yang kompleks. Metodologi ini dititikberatkan pada pengambilan kebijakan dan bagaimana kebijakan tersebut menentukan tingkah laku masalah-masalah yang dapat dimodelkan oleh sistem secara dinamik.
  2. Mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang tata cara kerja suatu sistem.
  3. 1986
  4. Sebab akibat
  5. Tahapan Sistem Dinamik :
    • ldentifikasi dan definisi masalah
    • Konseptualisasi sistem
    • Formulasi model
    • Sirnulasi model
    • Verifikasi dan validasi model
    • Analisis kebijakan
    • Implementasi kebijakan
  6. Tahap ini meliputi kegiatan :
    •  pemilihan tema yang akan dikaji
    • Penentuan variabel kunci 
    • Rencana waktu untuk mempertimbangkan masa depan yang jadi pertimbangan serta seberapa jauh kejadian masa lalu dari akar masalah tersebut 
    • Mendefinisikan masalah dinamisnya
  7. Asumsi yang sangat dalam melekat, umum atau bahkan suatu gambaran dari bayangan atau citra yang berpengaruh pada bagaimana kita memahami dunia dan bagaimana kita mengambil tindakan.
  8. Model simulasi : 
    • Membuat spesifikasi struktur
    • Aturan keputusan
    • Estimasi parameter 39 
    • Uji konsistensi dengan tujuan 
    • Batasan yang telah ditetapkan sebelumnya
  9. Pengujian meliputi :
    • Pembandingan dari model yang dijadikan referensi
    • Pengujian kehandalan (robustness)
    • Uji sensistivitas
  10. Tahap-tahap permodelan :
    • Mendefinisikan masalah dan tujuan model
    • Menentukan variabel tujuan
    • Memilih variabel control
    • Memilih parameter variabel kontrol
    • Menguji model yang dihasilkan
    • Melihat bagaimana model akan bekerja, memilih horizon waktu atau perilaku dinamis dalam waktu
    • Jalankan model
    • Mengganti parameter dengan alasan ekstrim
    • Membandingkan hasil dengan data eksperimen
    • Perbaiki model berdasarkan parameter yang ada

Power Point



Artikel ini dibuat sebagai tugas sebagaimana yang tertuang dalam